TC Senyar Ganas, Tapi Riau Aman, BMKG Ungkap Penyebabnya
Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Arahan Presiden Republik Indonesia mengenai mitigasi bencana hidrometeorologi serta High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau

Diskomfotiks Rohil - Dalam Diskusi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Riau, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II sekaligus Koordinator BMKG Provinsi Riau, Irwan Sanusi, memaparkan analisis ilmiah terkait tidak signifikannya dampak Tropical Cyclone (TC) Senyar terhadap wilayah Riau. Paparan tersebut disertai visualisasi atmosfer dan dinamika angin terbaru yang ditampilkan melalui layar presentasi.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II sekaligus Koordinator BMKG Provinsi Riau, Irwan Sanusi, 

Dalam pemaparannya, Irwan menjelaskan bahwa berdasarkan hasil overlay spasial, terdapat korelasi kuat antara zona hujan akibat tabrakan angin (windward side) dengan wilayah pesisir barat Sumatera. Visualisasi topografi pada analisis tersebut menunjukkan bahwa Bukit Barisan berperan sebagai penghalang alami (grey barrier) yang membatasi propagasi curah hujan ekstrem dari Samudera Hindia. Hujan dengan intensitas tinggi hanya terakumulasi pada lereng barat Bukit Barisan dan tidak mampu menembus hingga ke sisi timur, termasuk Provinsi Riau.

Simak Juga Video Dibawah ini

 

"Massa udara yang tertarik ke pusat TC Senyar mengalami orographic lifting saat menyentuh dinding pegunungan, sehingga terjadi peningkatan awan hujan dan updraft signifikan fenomena yang ditampilkan secara komprehensif dalam peta analisis pada gambar pertama. Sementara itu, pada sisi timur pegunungan (leeward side), massa udara justru mengalami penurunan (subsidence), menghasilkan Efek Bayangan Hujan (Rain Shadow Effect) yang menyebabkan minimnya pembentukan awan konvektif di wilayah Riau," kata Irwan saat memberikan pemaparan yang dihadiri Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Arahan Presiden Republik Indonesia mengenai mitigasi bencana hidrometeorologi serta High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Provinsi Riau. Pertemuan strategis ini juga membahas kesiapan daerah dalam menyongsong Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru yang dilaksanakan di Balai Serindit, Pekanbaru, Senin (8/12/2025).


“Kondisi atmosfer menunjukkan bahwa angin kencang dengan kecepatan 70–86 km/jam akibat TC Senyar hanya terfokus di pantai barat Sumatera pada 25 November. Alhamdulillah, berkat penghalang topografis Bukit Barisan, wilayah Riau tidak mengalami dampak langsung meskipun status kewaspadaan sebelumnya telah ditetapkan,” jelas Irwan dalam forum tersebut.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan proyeksi iklim, musim hujan di Riau diperkirakan tidak berlangsung lama. Curah hujan diproyeksikan menurun signifikan memasuki Februari mendatang. Namun demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca ekstrem, terutama terhadap tinggi gelombang di Selat Malaka yang dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan hingga 1,5–2,5 meter.

Selain itu, Irwan juga menyampaikan bahwa beberapa kabupaten di Riau mulai melaporkan indikasi fenomena rob atau banjir pasang. BMKG masih melakukan pengumpulan data terperinci dan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk penanganan teknis lebih lanjut.

“BMKG akan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah untuk memastikan seluruh data kebencanaan dapat ditangani secara terstruktur dan berbasis sains,” tutupnya di hadapan Gubernur dan peserta diskusi.

Hadir dalam Rakor tersebut, seluruh Unsur Forkopimda se-Provinsi Riau, Bupati dan Walikota se-Provinsi Riau, kepala OPD se- Provinsi Riau, Kepala Perwakilan BMKG, Bank Indonesia,

 

Oleh   :   Amrial 

 

Lokasi Kegiatan
Rapat Koordinasi

 

 

Gallery Foto
Rapat Koordinasi

 



 

 

Tags: