Diskominfotik Rohil - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Rokan Hilir, Indah Septiani Charles, bersama rombongan dan didampingi Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial pada hari Kamis (25/12/2025), menempuh perjalanan darat menuju Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk menyalurkan bantuan bagi korban bencana alam, meski harus melewati jalur terputus, aspal retak, serta kawasan rawan longsor akibat rusaknya akses utama dari arah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Padang Pariaman yang membuat Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, masih terisolasi.

Jalur sempit yang meliuk menuju perbukitan ke lokasi bencana Kecamatan Melalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi saksi bisu perjalanan kemanusiaan rombongan Tim TP PKK Kabupaten Rokan Hilir. Di balik niat membawa bantuan bagi para korban bencana alam, rombongan justru dihadapkan pada lanskap kerusakan yang merepresentasikan betapa rapuhnya infrastruktur ketika berhadapan dengan kekuatan alam yang tak terprediksi.

Sepanjang perjalanan, kendaraan rombongan harus melaju perlahan menyusuri badan jalan yang lebarnya nyaris hanya sepasang roda mobil. Di beberapa titik, aspal tampak merekah memanjang, membentuk retakan yang seolah membelah jalur transportasi.

Bongkahan batu berukuran besar berserakan di sisi jalan, sementara tanah hasil longsoran bukit menumpuk dan menyempitkan ruang gerak kendaraan. Pita pembatas darurat yang terpasang seadanya menjadi penanda bahwa jalur tersebut berada dalam kondisi rawan dan belum sepenuhnya aman dilalui.

Pemandangan di kiri dan kanan jalan mempertegas skala bencana yang terjadi. Aliran material lumpur, kayu, dan bebatuan tampak memenuhi bekas alur sungai yang melebar tak beraturan. Beberapa bangunan warga terlihat terisolasi, terpisah dari akses utama akibat tergerusnya tanah penyangga. Jejak ban kendaraan berat dan timbunan tanah yang belum dirapikan menunjukkan bahwa upaya penanganan darurat masih berlangsung, meski keterbatasan akses menjadi tantangan tersendiri.

Dalam situasi demikian, rombongan TP PKK Kabupaten Rokan Hilir yang didampingi personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial tetap melanjutkan perjalanan dengan penuh kehati-hatian. Kehadiran Tagana tidak hanya berfungsi sebagai pendamping teknis lapangan, tetapi juga sebagai pengingat bahwa setiap meter perjalanan mengandung risiko yang harus diantisipasi secara kolektif. Kecepatan kendaraan sengaja dikurangi mengingat kondisi jalan serta ada kendaraan yang datang dari berlawanan arah.

Oleh : Amrial