Wakili Bupati, Sekda Rohil Sambut Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI untuk Perkuat Pencegahan Kebakaran Lahan

Diskominfotiks Rohil -- Sekda Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), H. Fauzi Efrizal, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Rohil, memimpin rapat koordinasi dan sosialisasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI di Ruang Pertemuan Sekda, Lantai III Kantor Bupati Rohil, Bagansiapiapi, Senin (31/8/2026).

Rapat konsolidasi ini dihadiri oleh Tim Penyuluh Mabes TNI yang dipimpin oleh Kolonel Lek. Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof, Letkol Mar. Alyessi, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah. Turut hadir Dandim 0321/Rohil Letkol Inf. M. Ricky P.P.P.A.G.A., jajaran Polres, Kejari, BPBD, Satpol PP, Dinas PUTR, Damkar, DLH, serta para Camat, Danramil, dan Kapolsek se-Kabupaten Rohil.

Dalam sambutannya, Sekda Rohil menyambut hangat kedatangan tim dari Mabes TNI yang dijadwalkan berada di Rohil selama satu bulan untuk melakukan edukasi, pemantauan, dan patroli. Kehadiran tim ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden RI dan Panglima TNI.

"Rapat ini diselenggarakan untuk menyelaraskan pergerakan di lapangan. Meskipun kondisi Karhutla saat ini relatif terkendali dan terbantu hujan, kita tidak boleh lengah. Kelalaian kecil seperti membuang puntung rokok sembarangan di area rawan bisa memicu bencana besar," tegas Fauzi Efrizal.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Rohil telah berkoordinasi dengan BPBD Riau terkait Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dan mewajibkan perusahaan perkebunan besar untuk membangun embung penampung air sebagai cadangan saat kemarau.

Senada dengan Sekda, Dandim 0321/Rohil Letkol Inf. M. Ricky menegaskan bahwa skema pergerakan tim Mabes TNI di lapangan akan dikomandoi langsung oleh Pasi Ops Kodim 0321/Rohil agar respons berjalan cepat dan terarah.

Di sisi lain, Perwakilan Tim Mabes TNI, Kolonel Mar. M. Asrof, menekankan prinsip zero tolerance terhadap Karhutla. Dari hasil pemantauan satelit, beberapa hotspot di Rohil sudah berada dalam kondisi padam, namun kewaspadaan tinggi tetap dibutuhkan.

"Prinsipnya tidak ada pembiaran. Api kecil hari ini bisa menjadi bencana wilayah besok. Tim tidak hanya melakukan edukasi dan patroli, tetapi juga simulasi penanganan Karhutla jarak dekat dan jauh," ujar Kolonel Asrof seraya mengingatkan ancaman sanksi hukum bagi pelaku pembakaran lahan.

Meskipun dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran operasional di daerah, sinergi antara TNI, Polri, Pemkab, pihak swasta, dan masyarakat diharapkan menjadi kunci agar Rohil bebas dari bencana asap.

 

Penulis : Sulisman 

Tags: