Diskominfotiks Rohil – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) bersama tim gabungan terus bergerak cepat memadamkan titik panas (hotspot) yang muncul di wilayah Rohil. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per pukul 17.00 WIB, Selasa 8/92026 terdeteksi adanya 3 titik hotspot di wilayah tersebut.
Kalaksan BPBD Rohil, Safrunizal, merincikan bahwa satu titik hotspot berada di Kecamatan Batu Hampar, sementara satu titik lainnya terdeteksi di Sei Bakau yang masuk dalam wilayah konsesi HPH PT Diamond Raya Timber.
"Ketiga titik hotspot tersebut langsung ditangani dan telah dilakukan pemadaman oleh Satgas Darat yang terdiri dari BPBD, TNI/Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), pihak perusahaan, serta pihak kecamatan," ujar Safrunizal.
Menjawab pertanyaan masyarakat terkait kondisi kabut asap yang cukup tebal menyelimuti Kota Bagan Siapi-api, Safrunizal menjelaskan bahwa asap tersebut mayoritas merupakan asap kiriman dari daerah lain. Faktor tiupan angin membawa asap dari wilayah tetangga seperti Dumai, Bengkalis, bahkan hingga Sumatra Selatan yang saat ini mencatat lonjakan drastis hingga 799 titik hotspot. Selain itu, fenomena alam di musim kemarau saat ini turut memperparah konsentrasi kabut asap di udara.
Berdasarkan hasil pemantauan laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rokan Hilir untuk mengukur Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara di wilayah Rohil saat ini dinyatakan dalam kondisi kurang baik.Oleh karena itu, masyarakat sangat diimbau untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna menghindari penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta gangguan kesehatan lainnya.
Di tempat terpisah, Bupati Rohil, H. Bistaman, memberikan atensi khusus terkait kondisi ini. Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk memprioritaskan kesehatan keluarga.
"Tetap jaga kesehatan. Jika kabut asap dirasa makin menebal, sebisa mungkin kurangi aktivitas di luar rumah," imbau H. Bistaman.
Bupati juga memberikan peringatan khusus bagi para nelayan yang melaut serta para pengguna transportasi darat agar meningkatkan kewaspadaan selama berkendara.
"Harap berhati-hati karena jarak pandang saat ini menjadi terbatas akibat kabut asap. Utamakan keselamatan," pungkasnya.
Penulis : Sulisman