Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Siberkreasi dan Facebook menyelenggarakan literasi digital untuk memberikan pemahamaman mendalam tentang bahaya phising.
Pengembang Teknologi Kemendikbud, Nur Fitriana, yang menjadi narasumber dalam kegiatan ‘Siberkreasi Hangout Online: Waspada Phising dengan Iming-iming’ itu mengatakan bahwa perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dengan segala kemudahan dalam mengakses internet membuat kegiatan pishing ini sangat sering terjadi.
“Dibutuhkan kewaspadaan yang tinggi agar masyarakat tidak mudah terlena dalam memberikan data di dunia siber ini.” Ujar Nur Fitriana dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (15/02/2021).
Istilah ‘phising’ memang tidak awam di telinga masyarakat Indonesia.
merupakan tindakan memperoleh informasi pribadi seperti ID pengguna, PIN, Nomor Rekening Bank, serta Nomor Kartu Kredit dengan cara tidak sah.
Informasi yang didapat ini biasanya akan digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengakses rekening, melakukan kartu kredit atau bahkan mamandu nasabah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu dengan imim-iming hadiah.
Menurut Nur Fitriana, di masa pandemi saat ini di mana semua kegiatan pendidikan banyak dilakukan secara daring, menjadi lahan bagi para pelaku phising.
“Mereka menyasar orang tua, siswa bahkan guru yang masih minim dengan literasi digital. Kebanyakan mereka tergiur akan imin-iming hadiah, berupa kuota gratis atau potongan belanja online. Sehingga tanpa sadar mereka masuk dalam situs-situs palsu dan memberikan data pribadi, yang mana merupakan salah satu modus dari phising ini.” Kata Nur Fitriana.
Merebaknya kasus pishing ini juga disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hal ini. Sehingga seringkali masyarakat terjebak dengan penampilan situs palsu yang menyerupai situs resmi, atau dengan tawaran hadiah.
Policy Program Manajer Facebook Indonesia, Dessy Sukendar, mengatakan bahwa Facebook telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan guna menghindari pengguna mengalami tindak kriminal siber phising ini.
“Facebook, Instagram, serta WhatsApp, kita sering memperbaharui fitur-fitur yang membantu pengguna untuk tetap aman bersosial media. Facebook selalu mengecek secara teratur guna memastikan tidak ada akun-akun palsu yang melakukan tindakan phising ini.” Ujar Dessy.
“Facebook dan Instagram juga memiliki fitur keamanan, seperti email from Instagram atau email from Facebook yang memastikan pengguna email resmi yang dikirim oleh platform.” Imbuh Dessy.
Sementara itu, menurut konten creator Siberkreasi dan Cameo Project, Martin Anugrah, phising sering terjadi tanpa disadari.
Phising sering terjadi di grup-grup chatting seperti WhatsApp, misalnya pengiriman pesan berantai ke 10 orang untuk mendapatkan hadiah dari sebuah brand. Dengan mengirim pesan tersebut tanpa kita sadari kita sudah menjadi pelaku phising.” Jelas Martin.
Siberkreasi sebagai Gerakan Nasional Literasi Digital yang mendukung dan menyebarkan konten positif, menilai masyarakat sudah selayaknya mendapatkan informasi yang tepat guna meminimalisasi tindak kejahatan siber ini.
Kegiatan webinar yang rutin diselenggarakan oleh Siberkreasi dan Kementerian Kominfo ini sebagai bentuk upaya bersama mendalam mengedukasi publik mengenai hal-hal yang berkaitan dengan tindak kejahatan siber seperti phising ini, serta bagaimana pentingnya menjaga informasi dan data pribadi di dunia internet.