Tradisi 23 Tahun yang Tak Pernah Padam, Ribuan Warga Tanah Putih Tanjung Melawan Serentak Lakukan Atib Tolak Bala
Masyarakat Tanah Putih Tanjung Melawan Melaksanakan Ritual Tolak Bala atau Atib Togak

Diskominfotiks Rohil - Bacaan zikir yang bergema dari halaman Kantor Camat Tanah Putih Tanjung Melawan pada Sabtu malam menciptakan suasana religius yang meresap hingga ke sudut-sudut kawasan perumahanan yang masih lestari dengan kontruksi bangunan berciri khas melayu.

Usai pelaksanaan salat magrib, ratusan warga dari berbagai kelurahan dan kampung berdatangan dengan penuh kesadaran untuk mengikuti Ritual Tolak Bala atau Atib Togak, sebuah tradisi warisan leluhur yang telah mengakar kuat dalam identitas sosial masyarakat setempat.

Lebih dari tujuh ratus orang memadati pelataran kantor camat tersebut, menghadiri syukuran makan bersama yang dirangkaikan dengan pelaksanaan magrib dan isya berjemaah sebagai ungkapan rasa syukur menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan ke-23. Malam itu, suasana tidak hanya merefleksikan semangat kebersamaan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana nilai-nilai kultural dan religius tetap tumbuh di tengah arus modernitas yang terus mengalir.

 

Ritual Atib Togak dipimpin oleh Kalifah Syarifudin, keturunan langsung dari Tuan Syekh Zainuddin Rokan yang dikenal sebagai figur sentral dalam sejarah spiritual Tanah Putih dan penjaga makam sang ulama karismatik tersebut.

 

Baca Juga : https://riau.antaranews.com/berita/280105/mengenal-tradisi-ratib-kerambai-ritual-tolak-bala-di-rokan-hilir

 

Kehadiran beliau menghadirkan nuansa historis yang mengikat masa lalu dengan masa kini, sementara doa-doa dipimpin oleh ustadz Ismar Gozali yang membuat suasana menjadi khusyuk dan penuh renungan. Turut hadir pula para tokoh penting seperti Kalifah H. Abdur Rahman, guru suluk setempat yang dihormati, unsur pimpinan kecamatan, Kepala Dinas Kominfo Rohil H. Mursal, para datuk penghulu dan lurah, tokoh agama, tokoh pemuda, unsur adat, serta masyarakat dari seluruh penjuru kecamatan yang datang dengan kesadaran sendiri untuk melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Dalam pelaksanaan ritual tersebut, masyarakat melafalkan ayat-ayat suci Alquran beserta ratib, yakni rangkaian puji-pujian yang diucapkan secara berulang sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT. Tradisi ini dimaknai sebagai upaya bersama untuk menolak segala bentuk marabahaya dan musibah yang dikhawatirkan dapat menimpa wilayah mereka, sekaligus sebagai doa agar Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan terus berada dalam keberkahan dan kejayaan.

 

Baca Juga : https://riau.antaranews.com/berita/398278/kenduri-melayu-ratib-togak-wadah-jaga-nilai-budaya-melayu

 

Meski hidup di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, Ritual ini membuktikan bahwa nilai spiritualitas tetap menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat yang menjunjung keselarasan antara warisan budaya dan tuntutan kehidupan masa kini.

Camat Tanah Putih Tanjung Melawan, Muhammad Zuhri, menuturkan bahwa tradisi Atib Togak telah lama dijaga oleh para leluhur sebagai upaya memperkuat ikatan komunal dan membangun kesadaran spiritual masyarakat. Ia menyadari bahwa modernitas telah membawa pola pikir baru, namun justru di situlah pentingnya pelestarian tradisi lokal melalui pendekatan yang lebih logis, terbuka, serta selaras dengan prinsip-prinsip keislaman yang dianut masyarakat.

 

"Melalui zikir akbar, ratib togak, dan doa bersama, pemerintah kecamatan berupaya memastikan bahwa nilai-nilai keberkahan dan harapan tetap tertanam kuat dalam kehidupan sosial warga," kata Camat Zuhri, Sabtu (23/11/2025).

Ia menyampaikan harapan agar pelaksanaan Atib Tolak Bala ini menjadi penguat spiritual sekaligus benteng batin bagi seluruh masyarakat, sehingga wilayah Tanah Putih Tanjung Melawan senantiasa terhindar dari segala bentuk bahaya dan terus tumbuh sebagai komunitas yang harmonis, religius, dan tangguh menghadapi dinamika zaman.

 

Penulis :  Amrial 

 

 

Tags: