Diskominfotiks Rohil -- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riwansyah, mengajak seluruh tenaga kependidikan di wilayahnya untuk aktif berkampanye melawan penyebaran berita bohong (hoaks) serta akun-akun media sosial bodong.
Langkah ini dinilai sangat krusial demi menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan dan masyarakat luas dari dampak negatif manipulasi informasi digital.
Riwansyah menegaskan bahwa guru dan tenaga kependidikan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sekaligus teladan moral di tengah masyarakat. Oleh karena itu, insan pendidikan diharapkan mampu menjadi filter utama dalam menyaring setiap informasi yang beredar di ruang siber.
"Tenaga pendidik harus menjadi benteng pertama dalam menangkal hoaks. Saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mengedukasi lingkungan sekitar, mengenali ciri-ciri akun bodong, dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi negatif yang berpotensi memecah belah," ujar Riwansyah, Senin (18/05/2026).
Lebih lanjut, Riwansyah memaparkan empat poin penting yang harus dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran tenaga kependidikan di Rokan Hilir:
1. Saring Sebelum Sharing: Mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan memeriksa kebenaran informasi dari sumber resmi sebelum menyebarkannya.
2. Waspadai Akun Anonim: Tidak menanggapi, mempercayai, atau membagikan ulang unggahan dari akun media sosial yang tidak jelas identitas pemiliknya.
3. Edukasi Siswa dan Wali Murid: Mengintegrasikan nilai-nilai literasi digital dalam proses interaksi serta kegiatan belajar mengajar di sekolah.
4. Jaga Kondusivitas Daerah: Berkomitmen penuh memastikan ruang digital Rokan Hilir tetap sehat, positif, aman, dan edukatif.
Sebagai bentuk keseriusan, Disdikbud Rohil berkomitmen untuk terus mendukung penguatan program literasi digital di lingkungan sekolah. Langkah konkret ini diharapkan dapat membentengi para guru, staf, hingga siswa dari bahaya manipulasi informasi yang marak terjadi belakangan ini.
Penulis : Sulisman