Diskominfotiks Rohil - Wakil Bupati Rokan Hilir (Rohil), Jhony Charles, secara resmi membuka Seminar Akhir Hasil Kajian Pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Rokan Hilir pada Rabu (15/07/2026). Acara yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Rohil ini berlangsung di Aula Bapperida Rohil, Komplek Perkantoran Batu 6, Bagansiapiapi.

Kegiatan krusial ini dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Rohil Basiran Nur Edendi, Kepala BNNK Dumai AKBP Kukuh Yulianti Widodo, mewakili Kajari Rohil Kasi Pidum Maiman Limbong, kepala OPD terkait, para camat, tokoh agama, serta pimpinan organisasi mahasiswa dan pemuda seperti HMI dan PMII.
Dalam sambutannya, Wabub Jhony Charles menekankan bahwa luas wilayah Rohil yang mencapai 8.881,59 km² dengan 18 kecamatan memiliki posisi geografis yang sangat strategis. Rohil berbatasan langsung dengan Selat Malaka dan dilewati jalur lintas Sumatera. Namun, posisi ini bak pisau bermata dua.

"Satu sisi ini bagus untuk ekonomi, tetapi di sisi lain menjadi tantangan besar terhadap penyelundupan narkoba. Pintu-pintu masuk wilayah perairan kita, seperti dinamika kasus yang sempat memicu demonstrasi di Panipahan baru-baru ini, menjadi bukti nyata ancaman tersebut," ujar Jhony Charles.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir memandang pembentukan BNNK sudah menjadi kebutuhan yang sangat mendesak (urgent). Kehadiran lembaga vertikal ini diharapkan mampu memperkuat formasi lintas sektor untuk memberantas peredaran gelap narkotika sekaligus melindungi generasi muda.
Wabub secara terbuka menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya penyalahgunaan zat adiktif. Kita tidak ingin masa depan Rokan Hilir menjadi gelap. Percuma kita menyanyikan lagu 'Rokan Hilir Jaya, Rokan Hilir Makmur' kalau generasi mudanya rusak. Narkoba adalah musuh kita bersama," tegasnya Wabub
Jhony Charles meminta agar seminar akhir ini tidak mandek sebagai acara seremonial semata. Harus ada progres nyata, komitmen kuat, serta langkah konkret yang lahir dari rekomendasi forum ini.

"Pertemuan lintas sektor hari ini harus melahirkan rekomendasi kuat untuk mempercepat pembentukan BNNK serta pendirian Balai Rehabilitasi Narkoba di Kabupaten Rokan Hilir," tambahnya.
Sebagai langkah taktis jangka pendek, Pemkab Rohil bergerak cepat mengoptimalkan peran Tim Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Pemerintah daerah juga tengah mengkaji bantuan aset fisik guna memetakan lokasi strategis yang akan dijadikan Kantor BNNK dan pusat rehabilitasi nantinya.
Acara inti ditutup dengan penyerahan dokumen Hasil Kajian secara simbolis oleh Tim Ahli dari Universitas Islam Riau (UIR) kepada Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, yang didampingi oleh Indra Gunawan selaku penyelenggara acara.
Penulis : Sulisman
Foto : Supriatna